http://analisis-sistem-perawatan-alat-berat-wheel-loader
Analisi Sistem Wheel Loader adalah salah satu alat berat yang memainkan peran penting dalam industri konstruksi dan pertambangan. Artikel ini akan membahas metode perawatan mesin Wheel Loader di PT. XYZ, yang bertujuan untuk memastikan kinerja optimal dan keandalan alat berat ini. Simak informasi penting tentang perawatan mesin Wheel Loader dalam industri.
Peran Vital Wheel Loader
Wheel Loader adalah alat berat yang digunakan untuk memindahkan material dan mengisi dump truck. Dalam proses produksi, pemilihan peralatan berat yang tepat adalah faktor krusial. Wheel Loader unggul dalam efisiensi karena memiliki keranjang yang lebih besar dibandingkan dengan alat berat lainnya. Ini membuatnya sangat efisien dalam sektor-sektor seperti pertambangan dan pembangunan infrastruktur kota.
- Keandalan Mesin Wheel Loader
Keandalan mesin Wheel Loader sangat penting karena penurunan kemampuan, performa yang tidak stabil, atau bahkan berhentinya operasi dapat merugikan proyek atau perusahaan. Mesin Wheel Loader memerlukan torsi besar agar dapat beroperasi dengan tenaga yang cukup besar. Torsi besar ini disalurkan ke final drive pada keempat roda dan sistem hidrolik pada Wheel Loader.
- Jenis-Jenis Perawatan
Dalam menjaga keandalan mesin Wheel Loader, ada beberapa jenis perawatan yang perlu dipertimbangkan:
- Corrective maintenance: Perawatan korektif dilakukan ketika ada kerusakan yang perlu diperbaiki.
- Preventive maintenance: Perawatan preventif dilakukan secara berkala untuk mencegah kerusakan.
- Predictive maintenance: Perawatan prediktif memanfaatkan pemantauan dan analisis data untuk memprediksi kerusakan potensial.
- Maintenance prevention: Tindakan pencegahan secara langsung terhadap sumber masalah kerusakan.
4. Reliability Centered Maintenance (RCM)
Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) adalah pendekatan sistematis untuk mempertahankan keandalan sistem atau mekanisme. Tahapannya melibatkan pendekatan pemeriksaan, identifikasi komponen yang memerlukan perawatan, dan merancang solusi alternatif untuk mencegah kegagalan.
5. Pengambilan Data
Pengambilan data untuk perawatan mesin Wheel Loader melibatkan beberapa langkah:
- Pengenalan dan observasi: Memahami mesin, perawatan, dan mengambil sampel sparepart
- Wawancara dan diskusi: Berbicara dengan ahli maintenance untuk memahami proses operasional dan pengaruhnya terhadap mesin Wheel Loader.
- Studi literatur dan pengambilan data: Mengumpulkan data dari literatur yang ada di perusahaan tentang mesin Wheel Loader.
Dengan menjaga mesin Wheel Loader melalui perawatan yang tepat, dapat memastikan keandalan mesin dan kelancaran operasional. Ini membantu meningkatkan produksi dengan biaya minimal, mendukung kesuksesan proyek, dan memperpanjang usia
- Proses Perawatan Mesin Wheel Loader
- Daily Autonomous Maintenance (Operator Wheel Loader)
- Pemeriksaan seluruh level oli sebelum mesin dihidupkan.
- Pengecekan level oli dilakukan dengan membuka tutup oli mesin dan mencelupkan deep stick. Hal ini bertujuan untuk mengecek level oli dan kualitas oli. Dari hasil pencelupan deep stick, dapat diketahui apakah oli berada dalam kondisi low atau full.
2. Pemeriksaan Air Battery dan Kabel-kabelnya
- Pengecekan battery untuk mengetahui level air dan kondisi battery
- Pengecekan kabel-kabel dari battery untuk memastikan dalam kondisi normal.
- Pemeriksaan Air Radiator
3. Pengecekan air radiator pada tangki radiator yang berada di posisi depan mesin.
- Pengecekan ini melibatkan melihat level air radiator pada tangki radiator. Jika level berkurang, maka dilakukan penambahan hingga batas atas.
- Pemeriksaan Rem
- Pengecekan rem bertujuan untuk memastikan apakah rem berfungsi dengan baik.
- Pengecekan ini melibatkan menginjak pedal rem sejauh 70-90 mm. Pijakan lebih dari 91 mm menunjukkan kondisi rem yang buruk.
4. Pemeriksaan Kebocoran Oli
- Pengecekan kebocoran oli pada dump cylinder dan steering cylinder.
- Pengecekan ini dilakukan dengan metode visual, dan hasilnya dapat dikategorikan menjadi rating A, B, C, atau X, tergantung pada tingkat kerusakan.
5. Pengisian BBM Solar Industri
- Pengisian dilakukan setelah unit beroperasi pada sore hari untuk menghindari ruang kosong dalam tangki bahan bakar.
- Pengisian dilakukan sampai penuh agar unit siap pakai.
- Preventive Maintenance 100 Jam
- Perawatan Bagian Pelumas
Engine Oil
Penggantian oli mesin dengan yang baru menggunakan Meditran 15W 40 sebanyak 20 liter.
Penggantian ini dilakukan pada 100 jam pertama, dan selanjutnya setiap 250 jam.
Sebelum penggantian, dilakukan pengamatan dari magnetic oil plug untuk mengidentifikasi kondisi mesin.
Oilfilter Element
Penggantian filter oli dengan yang baru menggunakan Sakura C-5501.
Penggantian ini dilakukan pada 100 jam pertama, dan selanjutnya setiap 250 jam.
Filter oli yang lama dibuka dan diperiksa.
Perawatan Bagian Sistem Transmisi
Hydraulic Transmission Oil
Penggantian oli transmisi hydraulic dengan yang baru menggunakan Meditran 15W 40 sebanyak 45 liter.
Penggantian ini dilakukan pada 100 jam pertama, dan selanjutnya setiap 1000 jam.
Drive Axle Gear Oil
Penggantian oli gear dengan yang baru menggunakan Rored HD-A SAE 90 sebanyak 25 liter.
Dengan menjalankan proses perawatan ini, Kita dapat memastikan bahwa mesin Wheel Loader beroperasi dengan optimal dan andal. Ini mendukung produktivitas proyek mereka dan memperpanjang umur pakai mesin. Proses perawatan yang teratur dan tepat adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kinerja alat berat ini.
