Pemilihan Material Handling Equipment Pedoman untuk Efisiensi Operasi

https://ilcbeyond.com/pemilihan-material-handling-equipment-pedoman-untuk-efisiensi-operasi/

Dewasa ini, peralatan penanganan material dibuat dan direncanakan dalam berbagai ragam untuk memenuhi kebutuhan industri. Setiap jenis operasi memerlukan peralatan yang sesuai agar dapat berjalan dengan efisien dan efektif. Dalam pemilihan pesawat pengangkat yang paling sesuai untuk suatu pekerjaan, tidak hanya dibutuhkan pengetahuan tentang desain dan karakteristik operasi peralatan tersebut, tetapi juga pengertian yang mendalam tentang cara kerja atau sifat-sifat produksi suatu pabrik atau perusahaan.

Suatu fasilitas transport harus mampu membawa barang-barang (beban) dalam jumlah yang dibutuhkan oleh suatu departemen yang membutuhkannya dan dalam waktu yang telah ditentukan. Selain itu, material handling equipment harus memenuhi beberapa syarat penting:

  1. Mekanisasi yang Optimal: Peralatan harus mengusahakan mekanisasi setinggi mungkin, sehingga dapat dilayani oleh beberapa operator, maintenance, dan pekerjaan tambahan. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
  2. Tidak Merusak Beban: Peralatan tidak boleh merusak beban yang diangkat, menghalangi lalu lintas dalam pabrik, atau mengganggu proses produksi. Perlindungan terhadap barang yang diangkat sangat penting untuk menghindari kerusakan atau kehilangan.
  3. Keamanan Operasional: Peralatan harus aman dalam operasinya agar mengurangi risiko kecelakaan atau cedera pada pekerja. Keamanan adalah prioritas utama dalam lingkungan kerja.
  4. Ekonomis: Dipandang dari sudut investasi modal dan biaya operasional, peralatan haruslah ekonomis dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Untuk memilih peralatan yang tepat, ada beberapa faktor teknis yang perlu dipertimbangkan:

H1: Sifat Material yang Dilayani

Untuk unit loads, perhatian harus diberikan pada bentuk beban, beratnya, posisi yang paling baik untuk mengangkat, sifat kerapuhannya, dan temperatur. Sedangkan untuk bulk loads, perlu diperhatikan lump size, volume weight, temperatur, sifat kimiawi, dan kecenderungan untuk pesok. Pesawat pengangkat biasanya direncanakan untuk dapat melayani sebagian sifat-sifat material, namun sulit untuk memenuhi semua sifat yang ada. Oleh karena itu, peralatan akan lebih baik sesuai dengan kondisi tertentu, tetapi mungkin kurang efisien untuk kondisi material lainnya.

H2: Kapasitas Per Jam

Kebutuhan kapasitas per jam suatu unit mempengaruhi pilihan peralatan. Beberapa peralatan, seperti continuous action conveyors, dapat dengan mudah melayani kebutuhan dengan kapasitas per jam yang tidak terbatas. Namun, ada juga peralatan yang bekerja dengan gerakan periodik yang terputus-putus dan harus berhenti pada waktu tertentu, seperti overhead travelling crane dan trucks. Peralatan semacam ini untuk melayani kapasitas per jam yang tinggi harus memiliki karakteristik angkat yang tinggi dan kecepatan gerak yang tinggi pula.

H3: Arah dan Panjang Lintasan

Pemilihan peralatan juga dipengaruhi oleh arah dan panjang lintasan yang akan dilalui. Ada jenis peralatan angkat yang dapat membawa beban pada arah vertikal, horizontal, atau membentuk sudut dengan horizontal. Beberapa peralatan dapat berjalan melalui lintasan yang berbelok, sementara yang lain hanya bisa bergerak secara linear. Panjang lintasan, lokasi dari tempat-tempat supply material, dan terpisahnya stasiun penerima beban juga menjadi faktor penting untuk memilih peralatan yang tepat.

H4: Metode Penyimpanan Beban

Metode penyimpanan beban pada titik awal, akhir, dan titik antara juga harus diperhatikan. Menaikkan beban pada suatu kendaraan dan menurunkannya kembali pada suatu tempat dapat memerlukan metode yang berbeda. Beberapa peralatan dapat dijalankan secara mekanis, sementara yang lain memerlukan bantuan dengan menggunakan fixture atau dilakukan secara manual. Pemilihan metode penyimpanan yang tepat akan mempengaruhi efisiensi dan kecepatan proses.

H4: Karakteristik Proses Produksi

Karakteristik dari proses produksi memerlukan pengangkutan material menjadi faktor penting dalam pemilihan jenis fasilitas alat transport. Gerakan dari material handling equipment biasanya tergantung pada jenis proses manufaktur yang terjadi, dan gerakan ini seringkali terlibat dalam penyelesaian pekerjaan suatu proses. Sebagai contoh, crane sering digunakan dalam bengkel cor, tempa, dan las, sementara conveyor sering digunakan dalam department assembling.

H4: Kondisi Lokal

Kondisi lokal, termasuk bentuk dan besar area tanah, tipe dan perencanaan gedung, dan keadaan lingkungan sekitar, juga akan mempengaruhi pemilihan peralatan. Kelembaban, debu, gas, dan uap di sekitar lokasi harus diperhitungkan agar peralatan dapat bekerja dengan baik. Selain itu, kemungkinan perluasan pabrik dan sumber energi yang tersedia juga harus dipertimbangkan dalam memilih peralatan yang tepat.

Setelah mempertimbangkan faktor-faktor teknis dan kondisi ekonomi, pemilihan peralatan harus memenuhi syarat-syarat seperti: memenuhi kebutuhan proses produksi, mengusahakan mekanisasi setinggi mungkin, kondisi buruh yang baik, dan biaya penanganan material yang rendah.